Nama Varian Baru Virus Corona Diubah Pakai Alfabet Yunani, Ini Daftarnya

Anton Suhartono
Logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) (foto: ist)

Selain nama-nama tersebut ada dua nama ilmiah lain yang digunakan untuk setiap mutasi. Nama-nama garis keturunan seperti B1172 masih terus digunakan di kalangan penelitian ilmiah sebagai informasi mutasi.

Dalam pernyataannya, WHO juga menggambarkan perubahan ini untuk mempermudah orang mengingat nama varian baru.

"Meskipun memiliki kelebihan, nama-nama ilmiah sulit untuk diucap, diingat, dan cenderung salah dalam pelaporan," bunyi pernyataan.

Orang juga kerap menggunakan panggilan berdasarkan tempat terdeteksi yang pada akhirnya memberikan stigma.

"Untuk menghindari ini dan untuk menyederhanakan komunikasi publik, WHO mendorong otoritas nasional, media, dan lainnya untuk mengadopsi label baru ini," kata badan PBB tersebut.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid

57 tahun lalu

10 Warga Jabar Terpapar Virus Super Flu, Terdeteksi sejak Agustus

57 tahun lalu

Korupsi Bilik Sterilisasi Covid-19 di Dairi, 2 Terdakwa Divonis 2 Tahun Penjara

57 tahun lalu

Cerita IRT Obesitas di Parepare Berbobot 200 Kg, Sulit Berdiri Hanya Bisa Ngesot

57 tahun lalu

Cara Mencegah Bunuh Diri di Kalangan Mahasiswa, Jangan Biarkan Kesepian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal