Kendati jarang digunakan, teknik sumpit tetap dijadikan senjata khusus untuk Kompi Taipur.
Panjang sumpit Kompi Taipur bisa mencapai 1,9 -2,1 meter dan memiliki tiga bagian utama yakni sumpit yang berbentuk pipa, anak sumpit dan mata tombak di ujung depan. Sedangkan panjang jarum mencapai 15 centimeter atau setelapak tangan orang dewasa.
Sejarah pasukan elite ini bermula dari Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu yang menjabat Pangkostrad pada 2001.
Awalnya, pasukan elite ini memiliki nama Peleton Intai Keamanan (Tontaikam) Brigade. Kemudian diganti menjadi Peleton Intai Tempur (Tontaipur). Pada 2005 peleton ini resmi bernama Kompi Intai Tempur (Taipur).
Sejak awal dibentuk, prajurit Taipur langsung diterjunkan ke sejumlah medan operasi. Operasi pertama adalah Aceh pada 2001. Selanjutnya diterjunkan ke Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Papua.