"Kami menargetkan pada pertengahan tahun ini seluruh unit sudah dapat beroperasi secara komersial untuk memenuhi kebutuhan listrik rakyat Kalbar di Sistem Khatulistiwa," katanya.
Pembangkit listrik yang dikembangkan oleh PT GCL Indo Tenaga, yang berdiri di lahan seluas 55 hektare ini dikembangkan untuk memangkas biaya pokok produksi listrik. Selain itu juga mengurangi penggunaan pembangkit berbahan baku diesel dan menghentikan pembangkit-pembangkit sewa.
“Secara umum Kalbar saat ini semakin handal dan kami akan terus memberikan layanan yang terbaik,” ujarnya.
Sebelumnya PLTU Parit Baru Site Bengkayang pada 2019 lalu telah diresmikan dan kapasitasnya 2 x50 MW. PLTU yang terletak di Dusun Tanjung Gundul, Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan tersebut memperkuat pasokan dan kehandalan listrik di Sistem Khatulistiwa.