"Sampai di lokasi sudah pembukaan lengkap. Air ketuban sudah tidak ada lagi," ujar Anastasia.
Dia dan rekannya Yohana memutuskan untuk segera mengevakuasi pasien ke Puskesmas Sekadau.
Keputusan itu diambil karena dinilai tidak mungkin melahirkan bayi di lokasi yang dilanda banjir tanpa peralatan memadai.
Namun di tengah perjalanan kondisi pasien semakin menunjukkan gejala akan melahirkan. Akhirnya keduanya memutuskan untuk melakukan persalinan di atas perahu.
"Lihat ibunya mengerang tidak langsung keluar bayinya. Kami curiga jangan-jangan lilitan tali pusar," ujar Anastasia.