Pertemuan itu berakhir. Namun, setelah reuni mereka, Hendropriyono mengajak Bong Khee Chok ke Jakarta. Adik Bong Khee Chok, Bong Khun juga turut menyusul dari Serawak. Mereka bertemu dengan dua jenderal Kopassus, Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto dan Jenderal TNI (Purn) Luhut Pandjaitan saat itu. Tepat saat itu, Hendropriyono ulang tahun ke-50.
Kocaknya, Prabowo Subianto dan Luhut Pandjaitan juga tidak menyangka penampilan Bong Khee Chok seperti saat itu.
“Waktu saya ulang tahun ke-50 ada Prabowo, ada Luhut, saya ajak semuanya. Saya kenalin, nih orangnya yang kita uber-uber. Terus pada bilang, begini doang. Kayak tukang arang. Ternyata dia hebat, jangan terkecoh dengan penampilan luarnya. Akhirnya pada foto bareng," ujar Hendropriyono.
Penasaran dengan keberadaan Bong Khee Chok, Hendropriyono juga sempat bertanya di mana ia bersembunyi saat gerilya dulu di hutan. Tidak disangka, pimpinan PGRS tersebut bersembunyi di jantung kota. Markas Bong Khee Chok ada di pusat kota Malaysia, yaitu di Kuching, dekat dengan salah satu pangkalan militer.
“Dia sembunyi di Kuching, di kota, di belakang markas batalion. Jadi selalu dia lihat, Batalion 2 MDR berangkat, nah mau ke mana nih. Dia langsung kode-kode sama pasukannya," katanya.