Sedangkan rapid test untuk keseluruhan pekerja proyek pelabuhan belum dilakukan. Kendala yang dihadapi yakni keterbatasan alat rapid test.
"Rapid test massal karyawan terkendala ketersediaan alat karena pihak perusahaan hanya tersisa 60 alat," ujarnya.
Dia mengatakan, Gugus Tugas Covid-19 sedang mengupayakan alat rapid test tambahan untuk PT WIKA.
"Jika kita mendapatkan bantuan alat, nanti akan kita kirim juga ke PT WIKA,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, seorang pekerja di proyek Pelabuhan Kijing dinyatakan positif terjangkit corona. Pekerja berinisial PR asal Jombang, Jawa Timur itu kini dirawat di RSUD dr Rubini di Mempawah.