PONTIANAK, iNews.id - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mengakui pemeriksaan sampel swab berjalan lambat. Penyebab lambatnya pemeriksaan karena jumlah sampel yang dikirim melebihi kuota, tak seimbang dengan kapasitas pemeriksaan di Laboratorium Untan.
"Namun tentu saja tidak semua yang dikirim harus selesai tepat waktu mengingat kapasitas Laboratorium Untan dan jumlah sampel tes usap yang dikirimkan oleh Kabupaten Landak melebihi kuota," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson di Pontianak, Senin (5/10/2020).
Harisson mengatakan itu untuk menjawab keluhan Bupati Landak Karolin Margret Natasha soal lamanya hasil pemeriksaan sampel swab dari daerahnya.
Harisson mengatakan, sudah banyak sampel swab yang selesai diperiksa. Dengan enam hari kerja, Laboratorium Untan mampu memeriksa 3.000-4.000 sampel swab.
Kendati demikian, dia mengingatkan bahwa yang diperiksa bukan hanya dari Kabupaten Landak saja. Laboratorium Untan juga memeriksa sampel swab dari daerah lain.