Namun ada pula daerah lain belum diberi perhatian seperti Katio, Sejowet, Songga, Darit, Mandor, dan lain-lain. Laporan dari daerah tersbut belum sempat direspon, namun ada yang sudah diarahkan ke desa dan camat yang bersangkutan.
"Kami akan terus memantau kondisi terkini di lapangan dan meminta kepada petugas untuk melakukan pendataan terhadap jumlah masyarakat yang terdampak banjir. Yang jelas kita akan melakukan yang terbaik untuk masyarakat," katanya.
Sebelumnya, berdasarkan laporan BNPB, sedikitnya ada 10 desa di enam kecamatan di Kabupaten Landak terdampak banjir sejak Sabtu (5/9/2020) sore. Menurut laporan BPBD Kabupaten Landak kepada Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, banjir terjadi akibat luapan beberapa sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah setempat.
Wilayah yang terendam banir di antaranya Desa Ampadi, Meranti dan Tahu di Kecamatan Meranti. Selanjutnya Desa Nyanyum di Kecamatan Kuala Behe dan Desa Semunti, Tengue dan Sekendal di Kecamatan Air Besar.
Ada juga Desa Menjalin di Kecamatan Menjalin, Desa Untang di Kecamatan Banyuke Hulu dan Desa Songga di Kecamatan Menyuke.