Di tempat terpisah Danpos Guna Banir Letda (Inf) Surono mengatakan, penyerahan itu berawal dari kegiatan komunikasi sosial Danpos beserta tiga orang anggota di Kamp Jangkang, yaitu kampung yang berada dekat patok perbatasan.
"Masyarakat setempat menceritakan perihal penemuan amunisi dan langsung menyerahkan kepada anggota Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns," katanya.
Dia menjelaskan, amunisi aktif yang ditemukan itu buatan Malaysia dan diperkirakan hasil dari sisa konfrontasi tahun 1965. Atas temuan itu, Danpos memerintahkan anggota untuk mengecek kembali serta melakukan pendalaman kemungkinan masih ada sisa yang lain.
"Kami mengimbau masyarakat apabila menemukan senjata api, amunisi, bahan peledak atau sejenisnya agar langsung melaporkannya kepada anggota Pos Guna Banir, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns," ujarnya.