"Pada saat harimau pertama, keeper harimau sudah memberi warning bahwa Eka sudah menunjukkan agresif yang berpotensi membahayakan," ujarnya.
Berdasarkan keterangan dari keeper itu, petugas yang menangkap Eka pun tak mau mengambil risiko sehingga menembakkan peluru tajam.
"Setelah dicoba pakai obat bius tak berhasil maka dengan sangat terpaksa pakai peluru tajam utuk mengurangi potensi membahayakan masyarakat atau petugas," ujarnya.
Sementara itu Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar mengaku bersyukur dengan tertangkapnya dua harimau yang lepas itu. Selanjutnya BKSDA Kalbar akan melakukan evaluasi terhadap Sinka Zoo Singkawang.
"Karena ini di bawah binaan BKSDA, kami wajib untuk mengevaluasi kenapa harimau ini bisa lepas," kata Kepala BKSDA Sadtata Noor Adirahmanta.