"Ketapang sebanyak 50.331 ton, Kabupaten Kubu Raya sebanyak 43.756 ton, Kabupaten Landak sebanyak 29.498 ton dan Kabupaten Sanggau sebanyak 26.871 ton," ujarnya.
Anum menjelaskan, Pemprov Kalbar akan memaksimalkan lahan produksi seluas total 145.707 hektare terkait target tanam padi Juni hingga September 2020. Menurutnya, Pemprov Kalbar akan memaksimalkan penanaman di lapangan agar terealisasi sesuai target.
Selain menargetkan swasembada beras, Pemprov Kalbar juga berusaha agar swasembada beras juga meningkatkan pendapatan para petani. Saat ini, nilai tukar petani telah mencapai di atas 100 poin.
"Jadi target kita bukan hanya swasambada saja namun juga kesejahteraan petani yang diukur dengan nilai tukar petani. Bersyukur sejak Januari 2002, nilai tukar petani kita sudah di atas 100 poin," katanya.
Sementara itu, terkait ketersediaan beras di Bulog, Kepala Perum Bulog Divre Kalbar Bubun Subroto mengatakan bahwa stok beras hingga akhir tahun masih aman.
"Stok beras kita aman hingga akhir tahun. Stok ada 15 ribu ton. Kita perkirakan hingga Desember 2020 realisasi sekitar 11.600 ton. Jadi stok sudah aman," katanya.