Cerita Buaya Kuning yang Melindungi Suku Dayak Tanjung dari Serangan Penjajah

Tsabita
Rumah adat (rumah panjang) masyarakat Dayak yang bisa dijumpai sepanjang perjalanan darat dari Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu hingga menuju PLBN Badau. (Foto: Koran SINDO/Hendri Irawan)

"Warga menamakan tempat ini sebagai Batu Berhala yang kemudian dijadikan simbol untuk memohon sesuatu. Buaya ini diyakini sebagai makhluk gaib penunggu desa," katanya.

"Kalau mau membangun usaha, penduduk desa ke sini dengan membawa sesuatu seperti makanan kemudian memohon sesuatu. Permohonan harus disertai dengan nazar, jika berhasil, harus kembali memberikan sesuatu," ujarnya.

Namun Batu Berhala ini sudah jarang dilirik masyarakat di zaman sekrang, karena adanya keyakinan agama yang dipercayai. Beberapa yang masih berkunjung hanya orang-orang tua saja.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
2 hari lalu

7 Rumah Terbakar di Tenggarong, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

3 hari lalu

Mayat Pria Mengambang di Sungai Mahakam, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

11 hari lalu

Penampakan Tumpukan Uang Rp688 Miliar Sitaan Kasus Korupsi Batu Bara di Kukar

11 hari lalu

Kejati Kaltim Tahan 7 Tersangka Kasus Korupsi Tambang Batu Bara Rp6,7 Triliun

22 hari lalu

Kebakaran Hanguskan 12 Rumah di Samarinda, 45 Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal