Anggota TNI Temukan Mobil Mencurigakan, setelah Diperiksa Ternyata Bawa Ratusan Burung Kacer

Antara
Personel Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti menggagalkan penyelundupan 350 burung kacer. (Foto: Antara).

"Dari hasil pemeriksaan, personel kami menahan seorang pengendara mobil dengan inisial TN (46) yang membawa 350 ekor burung kacer. Setelah itu dilakukan penindakan lanjutan berupa pendataan yang kemudian diserahkan kepada Karantina Pertanian dan Hewan Entikong untuk diproses lebih lanjut," ucapnya.

Menurutnya, ratusan burung kacer itu diterima dari seorang warga Malaysia di wilayah perbatasan, kemudian burung kacer itu dibawa masuk ke Indonesia melalui jalur tikus untuk dijual di daerah Sanggau.

“Kami sudah bertugas selama sembilan bulan di sini dan berkomitmen untuk menjaga perbatasan dari tindakan ilegal dalam bentuk apa pun, termasuk salah satunya penyelundupan satwa liar," katanya.

Perwakilan Karantina Pertanian dan Hewan Entikong Drh Syam Widartoko mengapresiasi kinerja Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns yang sering menggagalkan penyelundupan satwa liar di wilayah perbatasan sehingga membuat efek jera masyarakat yang akan mencoba melakukan menyelundupkan satwa liar.

“Kami berterima kasih kepada Satgas Pamtas atas koordinasi dan kerja sama yang baik sehingga bisa kembali menyelamatkan habitat satwa liar. Ke depan satwa liar ini akan kami lepasliarkan ke habitatnya," ucapnya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BKSDA Jambi Verifikasi Temuan Tengkorak Satwa Berukuran Besar Tertimbun di Kebun Warga

57 tahun lalu

Satgas Pamtas RI-PNG Musnahkan 297 Pohon Ganja di Pegunungan Bintang Papua

57 tahun lalu

Satgas TNI Temukan 4 Kebun Ganja Tersembunyi di Papua Pegunungan

57 tahun lalu

Satgas Yonkav 6 Naga Karimata Bangun Jembatan untuk Warga di NTT, Jadi Kado HUT RI

57 tahun lalu

Satgas Pamtas TNI Gagalkan Penyelundupan Sabu 35 Kg di Perbatasan RI-Malaysia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal