Pemerintah Uni Soviet bahkan memberikan hadiah pesawat Ilyushin IL-14. Soekarno menamakannya Dolok Martimbang dan menjadi pesawat kepresidenan.
Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito tergabung dalam kelompok pendiri Gerakan Non Blok (GNB) bersama Presiden Soekarno. Saat itu, dunia terbagi atas Blok Barat dan Blok Timur.
Indonesia dan Yugoslavia bersama sejumlah negara lain memilih kelompok netral dan mendirikan Gerakan Non Blok.
Gerakan itu memunculkan persahabatan antara Josip Broz Tito dan Soekarno. Tito suka mengajak Soekarno ke night club mewah di Beograd.
Soekarno juga kerap memberikan hadiah kepada Tito, antara lain angklung dan patung kayu God Shiva on The Garuda.