Tari Dinggu merupakan tarian tradisional yang menggambarkan suasana dan aktivitas masyarakat saat musim panen yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Selain itu, 34 tarian daerah beserta asalnya ini juga menunjukkan semangat solidaritas dan gotong royong masyarakat untuk melakukan sesuatu, terutama pada musim panen yang mereka lakukan secara bersama-sama.
34 tarian daerah beserta asalnya ini merupakan tarian daerah yang berasal dari daerah Goa, provinsi Sulawesi Selatan. Tarian ini ditampilkan pada saat acara hiburan atau sebagai pelengkap upacara adat. Selain digunakan sebagai acara, tari kipas Pakarena juga ditampilkan sebagai bentuk promosi pariwisata wilayah Sulawesi Selatan.
Tari Pontanu adalah 34 tarian daerah beserta asalnya dari Sulawesi Tengah yang menggambarkan kegiatan para penenun di daerah Donggala. Sulawesi Tengah, Tarian ini biasanya ditarikan oleh para penari wanita dan gerakan dalam tarian ini menggambarkan aktivitas para wanita yang sedang menenun Sarung Donggala, yaitu jenis sarung yang khas dari daerah Donggala.
Tari Maengket Adalah tari tradisional suku Minahasa (orang Sulawesi Utara).Tari Maengket sudah ada di tanah Minahasa sejak rakyat Minahasa mengenal pertanian. 34 tarian daerah beserta asalnya ini dilakukan pada saat sedang panen hasil pertanian dengan gerakan-gerakan sederhana.
Tari Saronde merupakan tarian tradisional yang berasal dari Gorontalo dan ditarikan pada malam pertunangan. Menurut sejarahnya, tarian ini digunakan sebagai sarana Molihe Huali, sebuah tradisi untuk "mengintip" atau mengenal calon pengantin, karena dulunya masyarakat Gorontalo tidak mengenal pacaran dan praktik lainnya. 34 tarian daerah beserta asalnya merupakan hubungan cinta sepenuhnya yang dikelola oleh keluarga.