Yenny Wahid yang kini menjadi Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud ini mengutip dalil yang berbunyi 'kebijakan seorang pemimpin itu selalu harus ada hubungan dengan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya'.
"Jadi tugasnya ulama jelas sekali meningatka umara. Ulama jangan dipengaruhi umara, ulama harus jernih untuk mengingatkan kalau ada yang keliru," katanya.
Yenny menegaskan, bahwa ulama tidak boleh punya ego, punya ambisi sendiri dalam politik. Namun ambisinya bagaimana untuk kesejahteraan masyarakat banyak.
"Jadi dalam berpolitik siyasat atau wasilat adalah alat, tujuannya menciptakan negara yang aman, adil, dan sejahtera," ujarnya.
Dikatakan Yenny, semua warga negara baik itu ulama atau masyarakat umum sama-sama memiliki kewajiban untuk membangun negara Indonesia, menjaga negara ini agar aman, tentram dan tidak ada konflik.