Warga setempat menyebut pohon yang rindang ini dengan sebutan pohon Koak. Pohon inilah yang dinamakan Akar Seribu lantaran memiliki akar yang jumlahnya tak terhitung dengan ukuran ekstra besar.
Tak jarang para pengunjung berfoto di bawah atau bahkan naik di atas pohon. Tak sedikit pula pengunjung yang rata-rata masih remaja itu menjeburkan diri ke sungai untuk mandi. Jembatan terbuat dari bambu juga cukup eksotis untuk tempat berfoto.
”Terjawab sudah penasaran saya. Di media sosial ramai membahas Akar Seribu. Tempatnya cukup indah dan enak untuk dijadikan wisata alam. Jalur menuju lokasi juga mengasyikkan,” ujar Taufiq Lubis, salah satu pengunjung, kepada iNews.id, Jumat (9/2/2018).
Beberapa remaja dari komunitas Mojokerto Jalan Jalan (MJJ) juga tampak di lokasi untuk berfoto. Komunitas ini memang sering menggali lokasi-lokasi wisata baru untuk dipublikasikan melalui media sosial. Dan memang, Akar Seribu kini menjadi perbincangan kalangan remaja untuk dikunjungi karena memang lokasi wisata ini terbilang unik.
”Kami tidak pernah melihat pohon sebesar itu dengan akar sebanyak itu. Tambahnya, kita bisa bermain air di sungai yang jernih dengan bebatuan yang indah,” ungkap Muhammad Sholeh, salah satu anggota Komunitas MJJ.
Sebenarnya di kawasan ini pengunjung tak hanya bisa menikmati pesona Akar Seribu. Ada beberapa candi dan situs kerajaan kuno. Di antaranya Batu Bancik, Petilasan Putri Windusari, Batu Bajul, Batu Selokendit, air terjun Coban Tanjung Biru, dan Goa Endek. Terdapat pula air terjun eksotis dengan ketinggian sekitar 200 meter, namun harus ditempuh dengan jalan kaki sekitar 3,5 jam. Sekian banyak potensi wisata ini, selama ini masih belum tergali.