"Kalau dampaknya jalan ambles, bukan hanya warga yang terdampak, tapi pengguna jalan juga," ujarnya.
Belum lagi, jika terjadi kemacetan akibat pengerjaan pipa itu. Di Desa Sembayat tersebut terdapat pasar yang menjadi pusat perekonomian warga.
"Kalau macet, pedangan dan warga juga kena imbasnya," kata pria bertubuh kekar itu.
Ditambahkan, sosialisasi yang dilakukan PDAM Giri Tirta terkesan hanya simbolis. Sejatinya, warga tidak pernah menghalangi proyek apapun, asalkan warga menerima haknya dengan perjanjian tertulis.
"Kalau ada hitam diatas putih warga bisa tahu minta ganti rugi ke siapa. Kalau hanya sosialisasi lisan kasihan warga terdampak," katanya.