"Banyak sekali masyarakat kami yang bergerak di sektor perdagangan dan jasa khususnya mikro, kecil, dan menengah ini tidak bisa lagi berusaha akibat adanya berbagai pembatasan, protokol kesehatan, dan regulasi yang diterapkan oleh pemerintah," ujarnya.
Pemerintah Kota Mojokerto berupaya melakukan alih usaha terhadap masyarakat yang terdampak khususnya di sektor UMKM. "Ada beberapa yang kami berikan pelatihan, kemudian pendampingan, selanjutnya kami beri modal usaha dan akhirnya di tahun kedua ini kami bentuk koperasi sesuai dengan sektor atau jenis usahanya masing-masing," katanya.
Di awal ada peralihan usaha dari semula industri alas kaki yang merupakan komoditas unggulan ekspor, UMKM kota Mojokerto dialihkan untuk membuat masker, hazmat, dan juga produk-produk yang dibutuhkan di saat pandemi.
"Angka kemiskinan yang cukup meningkat tajam hari ini juga sudah mulai ada penurunan," katanya.
Penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2021 untuk Kategori Ekonomi, yang diraih tersebut tidak lepas dari program inovatif yang dilakukan Ning Ita. Perempuan kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, 12 April 1979, ini melakukan langkah jitu untuk memulihkan perekonomian daerah yang terdampak pandemi Covid-19.