Sutiaji meyakinkan kepada masyarakat bahwa penerapan pembelajaran tatap muka 100 persen di Kota Malang sudah aman. Mengingat capaian vaksinasi Covid-19 tenaga pendidik dan guru yang sudah di atas 80 persen, sesuai aturan yang diputuskan oleh empat menteri.
Tak hanya itu, angka tracing dan testing di Kota Malang juga diklaim terus membaik, sehingga ketika ada murid atau seseorang yang terpapar Covid-19 saat pembelajaran tatap muka, hal itu bisa dilacak.
"Ketika ada yang terpapar maka tracing juga akan kita lakukan secara ketat. Itu artinya ketika ada pembelajaran tatap muka 100 persen pun masyarakat tidak usah was-was, saat ini yang lagi kita gencarkan vaksinasi di anak usia 6-11 tahun," katanya.
Saat ini dikatakan Sutiaji, ada 30.000 an, dari target vaksinasi 70.000 anak-anak di usia 6-11 tahun di Kota Malang yang diklaim telah tervaksin Covid-19.
"Dari jumlah 70.000 kita masih di angka kurang dari 50.000, sasaran untuk vaksinasi usia 6-11 tahun. Jadi angkanya masih di angka 30.000 an itu dua hari kemarin. Mudah-mudahan sekarang terus merangkak, harapan kami di pertengahan bulan Januari 2022 ini. Maksimal sudah terselesaikan," tuturnya.
Dia juga menegaskan bila dalam proses pembelajaran tatap muka ditemukan kasus positif Covid-19, maka akan dilihat dan dievaluasi kembali PTM 100 persen tersebut. "Itu kondisional, kalau kita lihat perkembangannya di kami bisa menekan, saat ini bahwa Indonesia termasuk berhasil 180 hari masih angkanya masih bisa terkendali, Malang termasuk juga bagus," katanya.