Wali Kota Madiun Tetap Lanjutkan Proyek Miliaran Rupiah saat Pandemi Corona, Ini Alasannya

Arif Wahyu Efendi
Wali Kota Madiun, Maidi. (Foto: iNews/Arif Wahyu Efendi)

Menurut pendapatnya, saat corona sudah tidak ada, maka banyak orang berbondong-bondong akan berbelanja dan jalan-jalan. Maka fasilitas yang ada di Kota Madiun akan menyambut warga tersebut.

Sedangkan untuk pembangunan yang tidak menggerakkan roda ekonomi kreatif dan pertumbuhanya, wali kota yang baru saja setahun menjabat bersama wakilnya Inda Raya itu dengan tegas akan menyetopnya. Misalnya, pembangunan saluran-saluran besar, kegiatan yang membuat kerumunan massa dalam jumlah besar serta mendatangkan sejumlah artis.

"Tetapi pembangunan yang tidak terkait pembangunan ekonomi, yang tidak mendukung menyambut corona hilang, ini saya pending semua," kata Maidi.

Terkait dengan anggaran yang ada, mantan Sekda Kota Madiun itu mengaku cukup dan tidak akan mengganggu anggaran penanggulangan Covid-19. "Anggarannya cukup, anggarannya cukup. Ini kalau semua kita pending (proyek yang tidak menggerakkan potensi ekonomi), anggaran cukup," katanya.

Saat ini, anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) yang disiapkan Pemkot Madiun untuk menanggulangi wabah Covid-19 mencapai Rp160 miliar. Anggaran pembangunan fisik yang dimaksud, berada di luar dana yang digunakan untuk BTT.

Sementara itu melalui pesan singkat, Kepala Dinas Kominfo Kota Madiun, Subakri membenarkan apa yang dilakukan Wali Kota Maidi. "Siap... nggih Mas," katanya membenarkan keberadaan proyek yang dimaksud.

Mengacu apa yang disampaikan wali kota dan kepala Dinas Kominfo Kota Madiun, jika dicocokkan dengan laman LPSE, ketiga proyek itu tersebut menelan biaya miliaran rupiah. Di laman LPSE Pemkot Madiun, pembangunan di Jalan Setiaki dan Rimba Mulya yang rencananya untuk kawasan kuliner mencapai Rp10,3 miliar.

Sedangkan pembangunan di Jalan Pahlawan dan Pembangunan saluran Sumber Umis, pagunya masing-masing Rp7,8 miliar dan Rp9,4 miliar. Rencananya kedua kawasan itu akan menjadi area wisata perkotaan yang alami.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kekeringan di Bondowoso, Polisi Distribusikan Bantuan Air Bersih ke Warga Bersama BPBD

57 tahun lalu

Pasutri Ini Gasak Motor di 19 TKP di Jatim, Modus Tuduh Korban Menabrak

57 tahun lalu

Dampak Tabrakan Maut Kereta di Bekasi Timur, 2 Layanan Perjalanan Daop 7 Madiun Dibatalkan

57 tahun lalu

Diduga Tahan Ijazah Sejumlah Eks Karyawan, Pabrik Plastik di Madiun Disidak Disnakerin

57 tahun lalu

Kecelakaan Maut di Madiun, Sopir Truk Boks Tewas Tabrak Bus Mogok 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal