Dia menjelaskan, sejatinya per dusun punya makam. Biasanya, jika warga Gorekan Lor saat musim penghujan dan banjir, dan ada yang meninggal biasanya dimakamkan di dusun sebelah, Gorekan Kidul.
"Karena musim hujan, akhirnya dimakamkan dengan di seberang dengan cara seperti itu, karena tidak ada jembatan penghubung," ungkapnya.
Hadi sapaan akrabnya, mengaku sejak 2019 sudah mengusulkan saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Bahkan sudah ditindaklanjuti oleh Pemkab Gresik.
"Waktu itu tidak jadi karena jembatan mahal kemudian makam yang dituju terlalu sempit dan di sebelah kali lamong," paparnya.
Kemudian, disepakati mencari tanah untuk tempat pemakaman di sebelah selatan Kali Lamong. Setelah tanah sudah dapat, tanah milik warga itu akhirnya dijual, langsung dilaporkan ke Dinas Pertanahan.