Petugas juga menjelaskan, bahwa pasien reaktif saat menjalani rapid tes dan telah dites swab. Namun, hasilnya belum keluar.
“Jenazah ini meninggal pada Minggu (14/9/2020). Untuk mengetahui pasti penyebab kematian pasien, petugas juga meminta warga datang ke rumah sakit,” katanya.
Awaludin dan beberapa warga lainnya sempat tidak terima begitu saja dengan penjelasan petugas. Beruntung aparat Babinkamtibmas cepat datang dan melakukan mediasi, sehingga ketegangan bisa diredam.
Tak hanya itu, jenazah ART diperbolehkan dibawa ke permakaman untuk dimakamkan sesuai standar Covid-19.