“Aksi anarkis ini adalah gejala kemenangan Pak Jokowi-Kiai Ma’ruf. Di pemetaan kami, sudah sangat terlihat migrasi suara tersebut, terutama di Bangkalan dan Sampang. Sekarang menjalar ke Sumenep dan Pamekasan,” ujarnya.
Perpindahan suara dukungan ini, lanjut Machfud, diduga menjadi penyebab dari aksi anarkis tersebut. Diduga ada sejumlah pihak yang tidak terima jika ada perpindahan suara ke Jokowi sehingga mereka melakukan tindakan yang tidak beretika.
“Ada potensi suara Pak Prabowo tergerus besar-besaran di Madura. Ada semacam ketakutan kalah, lalu membikin tindakan anarkis. Dengan adanya kejadian itu (tindakan anarkis), kami justru semangat memenangkan Jokowi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Penggalangan dan Relawan Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi Jatim, Hendro Tri Subiyantoro mengaku belum mengetahui adanya peristiwa pembakaran tersebut sehingga belum bisa bersikap.
“Kami akan cek dulu. Sejauh ini belum ada laporan yang masuk terkait perisitwa pembakaran kaos bergambar Jokowi-KH Ma’ruf Amin,” katanya.