Hasil penyelidikan awal menunjukkan adanya campuran air di dalam tandon pendam BBM. Air diduga masuk melalui rembesan hujan lewat penutup tandon. Pemeriksaan menggunakan pasta air mendapati ketinggian air mencapai sekitar delapan sentimeter.
"Hasil kerja sama kita dengan operator. Diduga ada tercampurnya bahan bakar pertalite dengan zat lainnya, tapi kepastian kami masih menunggu tim ahli," ucapnya.
Polres Lamongan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan meminta keterangan sejumlah petugas SPBU serta berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Surabaya.
Sementara itu, pihak SPBU menyatakan operasional tetap berjalan namun hanya untuk pengisian Solar. Pengisian Pertalite dihentikan sampai ada keputusan manajemen.
SPBU juga menyebutkan sejumlah konsumen yang terdampak sudah menerima ganti rugi. Sedikitnya lima pengendara motor telah mendapatkan uang penggantian biaya perbaikan kendaraan.