Dengan polos, Selma mengaku kangen pada teman-teman sekolah dan pada ustazah yang mengajarnya. Bahkan, gadis mungil itu juga mengatakan takut sekolahnya hilang. Kekhawatirannya itu muncul karena selama pandemi Covid-19, sekolah dan kegiatan belajar mengajar diliburkan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.
“Rewelnya karena masalah sekolah, dari awal juga rewelnya karena sekolah. Ada bahasanya, nanti hilang sekolahnya. Saya tetap hibur seperti biasa, tapi tambah lama kok tambah nangis. Dia bilang, pokoknya ke sekolah, nanti sekolahnya hilang,” kata Prayuda Rudi saat ditemui di rumahnya, Selasa (5/5/2020).
Karena Selma tak juga berhenti menangis, mereka membawa Selma ke sekolah. Sampai di sekolah, Selma langsung berlari ke pagar yang dikunci sambil menangis. Bahkan, kejadian itu berlangsung lama hingga hari gelap.
“Nyampe di sekolah, lari, nangis, langsung tiba-tiba ke pagar. Saya bilang ke istri, kok malah tambah nangis. Saya sama istri ketawa-ketawa. Tapi anak saya masih tetap nangis dan lama di depan pagar. Habis itu dia lari ke mamanya, masih nangis,” kata Prayuda Rudi.
Selma yang juga ditemui saat di rumahnya mengaku kangen ke sekolahnya. Dia ingin segera bersekolah kembali agar bisa bertemu dengan teman-teman dan para gurunya.