“Otomatis, karena puskesmas itu berdampingan dengan Pasar Bandaran, maka masyarakat yang ada di pasar ingin tahu ada apa di puskesmas sehingga terjadilah keramaian di sana. Kalau masalah unjuk rasa itu tidak ada," kata Sahrawi, Selasa (9/6/2020).
Lebih lanjut, Kapolsek Tlanakan menyampaikan, setelah pihaknya berkordinasi dengan keluarga pasien dan pihak puskesmas, kedua belah pihak sepakat agar si pasien tidak dirujuk ke RSUD. Pasien tetap dirawat di puskesmas.
"Namun, kondisi pasien memburuk dan selang beberapa jam kemudian meninggal dunia. Ini karena pasien memiliki riwayat sakit diabetes dan TBC sebelum masuk ke puskesmas," ujarnya.
Saat ditanya perihal pasien tersebut terpapar virus corona atau tidak, Kapolsek Tlanakan menegaskan belum ada keterangan resmi dari pihak puskesmas setempat. "Perihal itu, belum ada statement dari pihak Puskesmas Bandaran," katanya.