Usung Eri Cahyadi-Armuji, Megawati: Awas Surabaya, Siapa Bermain Melawan Saya

Abdul Rochim
Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan arahan kepada pasangan calon kepala daerah yang diusung PDIP. (Foto: SINDOnews/Abdul Rochim)

Presiden RI Kelima itu juga mengajak semua pihak untuk guyub. Megawati mengingatkan para kader bahwa perannya sebagai ketua umum dalam menentukan pasangan calon bukanlah perkara mudah. Megawati mengisahkan untuk satu daerah hanya bisa mengajukan dua orang, satu kepala dan satu lainnya sebagai wakil.

Megawati mengenang hasil diskusinya dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tentang upaya revitalisasi tempat pembuangan sampah. Saat itu, Megawati menyarankan tempat pembuangan sampah itu diubah menjadi taman yang kini dinamai Taman Harmoni di Surabaya.

“Nggak begitu mahal, bikin saja taman. Ini tinggal diuruk-uruk dikasih tanaman-tanaman, nanti rakyat senang, murah meriah. Masuk jangan kasih bayaran,” kata Megawati.

Megawati memandang banyak perubahan yang terjadi di Surabaya, selain kisah Taman Harmoni. Oleh karena itu, Ketua Dewan Pengarah BPIP ini meminta jajarannya untuk mengonsolidasikan gerakan agar memenangkan Pilkada Surabaya kembali.

"Mulailah konsolidasi bergerak untuk memenangkan mereka yang telah saya berikan rekom supaya bisa menang. Nanti orang yang sudah diberikan rekom, suruh menang itu. Kalau tandingnya menang, kan, kita lebih enak, jadi paling tidak saya bisa ngawasin untuk lima tahun ke depan. Sehingga dengan demikian, persiapan kita untuk 2024 itu harus segera dimulai," kata Megawati.

Diketahui, DPP PDIP kembali mengumumkan pasangan calon pimpinan daerah yang akan diusung dalam Pilkada Serentak 2020, Rabu (2/9/2020). Untuk Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), DPP PDIP merekomendasikan pasangan Eri Cahyadi dan Armuji sebagai calon wali dan wakil wali kota.“Rekomendasi untuk Kota Surabaya diberikan kepada Eri Cahyadi- Armuji sebagai calon wali kota dan wakil wali kota. Merdeka!” kata Ketua DPP PDIP Bidang Politik, Puan Maharani.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Siap-Siap! Pendatang Mengadu Nasib Tanpa Pekerjaan di Surabaya bisa Dipulangkan

57 tahun lalu

Pemkot Surabaya Bentuk Satgas Penindakan Premanisme-Mafia Tanah usai Kasus Nenek Elina

57 tahun lalu

Respons Tegas Wali Kota Surabaya Kasus Pengusiran dan Pembongkaran Rumah Nenek Elina

57 tahun lalu

Kenapa Jokowi Dipecat dari PDIP ? Ternyata Ini Penyebabnya

57 tahun lalu

Jokowi Respons Pertemuan Prabowo-Megawati: Untuk Kebaikan Negara Sangat Baik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal