Untung Surapati, Mantan Budak Kecil yang Gigih Berjuang Melawan VOC

Avirista Midaada
Ilustrasi. Untung Surapati. (Istimewa)

Tetapi nasib baik menaungi Untung Surapati, dia selamat dan berhasil bersembunyi. Untung Surapati bersembunyi di sebuah padang ilalang di tengah hutan lebat. Di sanalah akhir dia menggalang kekuatan pasukan. Sejumlah orang-orang dari berbagai daerah Bugis, Makassar, Ambon, dan Melayu, konon akhirnya bergabung dengan Untung Surapati. 

Perlawanan pun dilakukan pertama oleh Untung Surapati dan pasukannya. Tapi sayang Untung Surapati dan anak buahnya berhasil ditumpas oleh tentara VOC, banyak pasukan Untung Surapati yang menjadi korban. 

Bahkan dikisahkan hanya tinggal 40 orang pasukan yang masih hidup dan melarikan diri kembali. Mereka kembali melarikan diri memasuki hutan belantara dan bersembunyi di padang ilalang. Kemudian mereka berlari menuju Cianjur dan berlanjut ke Cirebon. 

Setibanya di Cirebon, Untung Surapati beserta pengikutnya bermaksud mencari perlindungan kepada sultan Cirebon yakni Sultan Anom Abil Makarimi Muhammad Badarudin, yang kala itu memerintahkan di Keraton Kasepuhan Cirebon pada tahun 1677-1723. Tetapi maksud Untung Surapati dihalangi oleh Pangeran Surapati, putra angka Sultan Cirebon yang konon angkuh. 

Terjadilah perseteruan antara Untung Surapati dengan Pangeran Surapati, anak sultan Cirebon. Pertengkaran ini akhirnya sampai ke telinga Sultan Anom Abil Makarimi. 

Mengetahui yang bersalah anaknya Pangeran Surapati, sultan memerintahkan untuk menghukum mati sang anak angkatnya. Sepeninggal Pangeran Surapati, sultan Cirebon ini memberikan nama tambahan Surapati, di belakang nama Untung.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sosok Marsinah, Aktivis Buruh Pabrik asal Nganjuk yang Dianugerahi Pahlawan Nasional

57 tahun lalu

Pertempuran Tegal dan Cilacap, Jejak Perlawanan ALRI Terhadap Agresi Militer Belanda 1947

57 tahun lalu

Kisah Kelam di Coban Jahe, 38 Pejuang Kompi Gagak Lodra Gugur usai Pengkhianatan Pribumi

57 tahun lalu

Perang Buleleng 1846 Meletus Dipicu Hukum Tawan Karang, Belanda Kuasai Istana Singaraja

57 tahun lalu

Mengerikan! Pemimpin Prajurit Belanda Tertembak Mata oleh Pasukan Pangeran Diponegoro

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal