“Para remaja ini nantinya menjadi calon orang tua di masa depan. Jika kesehatan dan gizi mereka tidak dijaga sejak sekarang, maka akan berdampak buruk di masa mendatang,” ucapnya.
Plt Deputi Bidang ADPIN Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dwi Listyawardani pun mengimbau agar remaja putri dan ibu muda mulai memperhatikan gaya hidup sejak dini. Gaya hidup yang tidak sehat menurutnya sangat memengaruhi kondisi tubuh dan memicu terjadinya stunting bagi anak.
“Perhatikan gaya hidup mulai sekarang. Kalau masih muda, susah konsentrasi, mudah pegal-pegal, itu berarti gaya hidupnya yang salah. Penyebabnya bisa dari segi makanan, aktivitas, merokok, malas berolahraga, atau dari segi kebersihan dan sanitasi,“ katanya.
Oleh karena itu, Dwi menyarankan agar remaja putri dan ibu muda mulai membiasakan diri minimal 30 menit melakukan olahraga ringan seperti aerobik dan jogging. Lakukan lima kali dalam seminggu untuk menunjang gaya hidup sehat, terutama di masa pandemi Covid-19.
Selain itu, praktisi kesehatan dr Clarin Hayes mengingatkan bahwa para remaja sebagai penerus bangsa harus memiliki kesadaran terhadap isu stunting. Dia pun menghimbau agar generasi muda mulai memperhatikan kesehatan sejak dini, tidak hanya sehat mental tetapi juga sehat secara fisik.