Tuntut Kenaikan Tarif, Ratusan Pengemudi Online Demo di Surabaya

Ihya Ulumuddin
Ratusan driver online kembali berunjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Jumat (13/7/2018). Mereka menuntut kenaikan tarif dan meminta perusahaan akan tidak sembarangan melakukan suspend. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Ratusan driver online kembali berunjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Jumat (13/7/2018). Mereka adalah driver dari beberapa aplikasi transportasi yang tergabung dalam Presidium Driver Online Putra Daerah Jawa Timur dan Jatim Online Bersatu (JOB).

Aksi ini mereka lakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap manajemen maupun pemerintah provinsi. Alasannya, baik manajemen maupun pemerintah provinsi tidak berpihak pada para driver. Utamanya menyangkut kesejahteraan. 

Beberapa tuntutan itu antara lain perbaikan dan evaluasi sistem aplikasi online, pembukaan kembali akun driver yang di-suspend dengan alasan tidak jelas, evaluasi tarif per kilometer dan batasan minimal pemesanan, sistem insentif untuk mitra driver, dan beberapa tuntutan lainnya.

“Kami ingin tarif dasar per kilometer dinaikkan menjadi Rp3.000/kilometer (km) untuk roda dua dan Rp5.000/km untuk roda empat. Kami juga minta jaminan keamanan dan payung hukum,” ujar Tim 15 JOB, David Walalangi yang ditemui di sela demo.

Tak hanya soal tarif, pengemudi Ojek Online (Ojol) ini juga mendesak agar perusahaan tidak seenaknya sendiri melalukan suspend terhadap mereka. Seringkali, tanpa ada kesalahan dan penjelasan dari manajemen perusahaan aplikasi Ojol, pengemudi terkena suspend. Sehingga, terpaksa tidak bisa bekerja. Maka penghasilan dalam sehari bisa hilang. Padahal mereka ada keluarga yang harus dihidupi. “Sistemnya (Gojek, Grab) harus diperbaiki. Kami sudah sangat dirugikan,” tandas David.

Aksi ratusan driver inipun memaksa sejumlah pihak berkumpul untuk bernegosiasi.  Mereka antara lain Vice President Corporate Communications Gojek Michael Say, Perwakilan Kemenhub dan Dinas Perhubungan Jatim. Namun Gubernur Jatim Soekarwo tidak bisa ditemui lantaran ada agenda lain. “Kami merasa mendapat masukan (dari aksi unjuk rasa ini). Kami akan kaji lebih lanjut terkait tuntutan para pengunjuk rasa. Namun tarif selama ini sudah sesuai," kata Michael Say usai pertemuan. 

Terkait suspend yang kerap dijatuhkan pada driver, lanjut dia, untuk peningkatan kualitas layanan pada pelanggan. Pihaknya tidak merasa bahwa suspend dilakukan secara sepihak. Sebelum melakukan suspend, Gojek berkomunikasi terlebih dulu dengan driver. Pihaknya juga sudah mensosialisasikan bahwa, pengemudi bisa mengajukan keberatan jika suspend itu dianggap salah. 

“Silakan ajukan keberatan kalau di rasa kami men-suspend secara sepihak. Buktikan kalau tidak bersalah dan kami juga akan tunjukkan faktanya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan menjamin keselamatan driver online. Bahkan, pihaknya juga siap memberi jaminan keamanan meski berada di daerah zona merah seperti terminal, pelabuhan hingga rumah sakit. “Untuk keamanan dan kenyamanan, kami sudah komunikasikan ke semua pihak, baik itu pengemudi online maupun konvensional,” ucapnya.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

Karyawan Minimarket di Jombang Demo Tolak Penghapusan Upah Lembur Hari Libur Nasional

57 tahun lalu

Ricuh di Depan Lapas Narkotika Sungguminasa, 8 Orang Ditangkap

57 tahun lalu

WNA India Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya jelang Deportasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal