Tukang Pijit di Jombang Ini Khawatir Batal Berangkat gegara Biaya Haji Naik Jadi Rp69,1 Juta 

Mukhtar Bagus
Marsudi (kanan) bekerja menjadi tukang pijit untuk biaya naik haji. (Mukhtar Bagus).

JOMBANG, iNews.id - Usulan kenaikan biaya haji hingga Rp69,1 juta dikeluhkan calon jemaah haji di Jombang. Mereka khawatir tidak bisa berangkat karena tidak mampu mebayar ongkos haji sebesar itu. 

Kekhawatiran itu seperti disampaikan Marsudi (69). Laki-laki yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijit di Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Jombang ini menilai, biaya haji Rp69,1 juta terlalu tinggi dan jauh melampaui kemampuan rata-rata masyarakat. 
 
Dia mengatakan, jemaah calon haji yang mayoritas merupakan golongan menengah ke bawah. Karenanya, jika harus menambah biaya haji dari dari Rp39 juta menjadi Rp69 juta, akan kesulitan. 
 
Marsudi mengaku sebenarnya sudah terjadwal berangkat haji tahun 2020 silam. Dari pekerjaannya sebagai tukang pijit terapi, Marsudi menabung sedikit demi sedikit hingga bisa melunasi total biaya haji saat itu. 
 
Namun, saat waktu berangkat tiba, ternyata datang pandemi Covid-19. Akibatnya, rencana keberangkatan haji dibatalkan.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Resmikan Prodi Kedokteran UIN Sunan Kalijaga, Menag Harap Lahirkan Dokter Religius

57 tahun lalu

Menag Salurkan Bantuan Setengah Miliar untuk Guru Madrasah dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua

57 tahun lalu

Menag Kunjungi Korban Longsor Cisarua, Pastikan Masjid Pulih Sebelum Ramadhan

57 tahun lalu

LBH Ansor Bali Soroti Kasus Kuota Haji yang Jerat Gus Yaqut Jadi Tersangka Korupsi

57 tahun lalu

Hadiri Natal di Katedral Manado, Menag Tekankan Pentingnya Persaudaraan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal