Tolak Stadion Kanjuruhan Direnovasi, Tim Gabungan Aremania Khawatir Bukti Tragedi Hilang

Avirista Midaada
Kondisi Stadion Kanjuruhan usai tragedi yang menewaskan 135 orang. (Foto: Avirista Midaada)

"Mari kita bersama-sama mendukung keadilan, pertanggungjawaban, dan peringatan bagi para korban tragedi Kanjuruhan. Mari kita pastikan bahwa hidup mereka tidak pernah dilupakan, dan keluarga mereka menerima keadilan yang layak mereka terima," katanya.

Diketahui, Stadion Kanjuruhan menjadi saksi bisu 135 nyawa hilang dan setidaknya 600 orang suporter Aremania terluka. Insiden berawal saat masuknya segelintir oknum suporter usai laga Arema FC vs Persebaya pada Sabtu (1/10/2022).

Petugas kepolisian yang kewalahan menembakkan gas air mata ke arah tribun penonton, sehingga memaksa para Aremania panik. Efek kepanikan itulah membuat suporter berdesakan keluar pada malam maut itu. Tak pelak 135 nyawa melayang dan menjadi tragedi persepakbolaan terburuk di Indonesia.

Pasca kejadian itu, Arema FC pun mendapat sanksi tidak boleh bermain di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Singo Edan harus menjalani laga kandang minimal berjarak 250 kilometer dari Malang, tanpa penonton akibat sanksi yang dijatuhkan oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hasil Super League Arema FC vs Malut United, Singo Edan Ditahan Imbang 1-1

57 tahun lalu

Jangan Renovasi Dulu, Coba Evaluasi Desain Interior Anda!

57 tahun lalu

Hasil Arema FC vs Semen Padang 3-0 di Super League: Vinicius Cetak Brace

57 tahun lalu

Hasil Arema FC vs Persijap 1-0 di Super League: Hansamu Yama jadi Pembeda

57 tahun lalu

Daftar Gedung DPRD Akan Direnovasi dan Bangun Ulang yang Rusak akibat Demo Rusuh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal