“Ini (USBN) penentu 100 persen dari kelulusan siswa. Oleh karena itu kenapa kemudian saya mengajak bapak wagub, pak kepala dinas dan jajarannya untuk puasa hari ini, sampai dengan selesai USBN. Kemudian, kita tadi malam juga salat tahajud, salat hajat. Sebab kami ingin menghadirkan perasaan, kita ruh kita, jiwa kita, doa kita kepada anak-anak kita SMA/SMK yang hari ini USBN,” katanya.
Ke depan, Khofifah juga akan menyiapkan kemungkinan-kemungkinan format baru untuk USBN. Misalnya, nilai yang langsung muncul begitu soal dijawab. “Seperti di BKN (Badan Kepegawaian Nasional). Saya pernah menyaksikan bagaimana sebetulnya betul-betul kita bisa mendeteksi ketika seluruh siswa menjawab satu per satu soal. Benar tidaknya nilainya juga sudah langsung muncul,” katanya.
Untuk diketahui, selain SMA Komplek, Khofifah tadi pagi juga meninjau pelaksanaan USBN di SMA Hangtuah Suranbaya. Di sana sebagian peserta menggunakan komputer dan sebagian lagi menggunakan smartphone.