Atas kejadian tersebut para kerabat kaget dan tak menyangka jika keduanya tewas dengan cara mengenaskan, padahal mereka dikenal baik dan ramah kepada saudara maupun tetangga.
Keponakan korban, Mahfud mengatakan, diduga kuat bibinya, Yatmiati mengakhiri hidupnya karena masalah ekonomi. Sebab, sebelumnya korban dan sang suami sempat terjadi perdebatan kecil masalah uang karena menjelang Lebaran. “Mungkin pikirannya wis judeg (sudah kalut). Gak ada masalah dengan orang lain,” katanya, Selasa (7/5/2019).
Kapolsek Purwosari, AKP I Made Swardana mengatakan, kasus bunuh diri ibu dan anak itu dengan cara minum racun murni karena masalah ekonomi.
“Motifnya himpitan ekonomi bukan karena masalah kriminal ataupun tindak pidana lain. Pihak keluarga juga menolak jasad keduanya diautopsi dan minta kasus ini tidak dilanjutkan,” katanya.