"Kita sudah mulai tiga hari yang lalu. Kebetulan Pasar Blauran sudah dua hari kemarin kita datangi ada pelanggar. Hari ini kita datangi lagi masih ada yang tidak patuh protokol kesehatan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, Tim Swab Hunter ini berawal dari evaluasi yang dilakukan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini bersama para camat se-Surabaya.
Saat itu, kata dia, Wali Kota Risma ingin terus memasifkan tes untuk melakukan deteksi dini warga-warga yang terpapar Covid-19.
"Akhirnya, terbentuklah Tim Swab Hunter. Tim ini melakukan operasi Swab Hunter. Jika ditemukan ada yang melanggar langsung di-swab," kata Irvan.
Jika pada saat razia pagi hingga siang hari, ditemukan ada pelanggar langsung dibawa ke puskesmas di wilayah tersebut dan dilakukan swab test. Sedangkan saat razia malam hari, pelanggar akan dibawa ke beberapa titik lokasi swab yang sudah ditentukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya.
"Ini akan terus dilakukan oleh teman-teman kecamatan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ayo kita selalu disiplin menjaga protokol kesehatan dengan biasakan yang tidak biasa," katanya.