Menurut Siswanto, adiknya sudah mengenal tinju sejak Heru Purwanto berusia 11 tahun atau saat yang bersangkutan duduk di bangku sekolah kelas 5 Sekolah Dasar. Saat itu Siswanto-lah yang mengenalkan olahraga tinju ke adiknya. Sebab dari saudaranya dan sekeluarga hanya Siswanto dan Hero Tito yang menjadi petinju.
"Dia terinspirasi dari saya, belajar sendiri pertama kali belajar sendiri, saya juga petinju latihan di Jaguar. Waktu itu masih Jagung dia ikut, tapi Heru ini pertama latihan pelatihnya Yaniati dulu," katanya.
Sejak kecil hingga saat di akhir hidupnya Siswanto juga yang selalu diajak Hero untuk pijat setiap kali selesai latihan tinju. Memori ini disebut Siswanto cukup membekas diingatannya, apalagi, dia dan adik kandungnya ini memiliki kedekatan sebagai sesama atlet tinju.
"Biasanya kalau habis latihan ngajak pijet. Bagi saya nggak saya lupakan. Terharu kalau lihat kondisi saat ini," katanya.
Sementara itu satu keinginan dan impian Hero yang belum terealisasi yakni menyelesaikan pembangunan rumah pribadinya di Dusun Sindurejo RT 3 RW 3 Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.