"Alhamdulillah masih cukup, tapi memang kebetulan sekarang masih suasana Imlek, jadi toko-toko masih tutup," ujar Humaidi Zahid, alumni Pondok Pesantren Darul Ma'arif, Payaman, menjawab pertanyaan bupati soal ketersediaan makanan dan obat-obatan.
Meski terisolasi, mereka sebenarnya masih diberi izin untuk keluar membeli kebutuhan sehari-hari. Namun mereka mengaku takut keluar dari area kampus.
"Takut terinfeksi. KBRI juga setiap hari menanyakan kondisi kami dan mengusahakan agar proses evakuasi berjalan cepat," kata Pramesti.
Fadeli menyampaikan, pemkab siap membantu jika para mahasiswa yang berada di Wuhan mengalami kekurangan stok makanan.
"Nanti kalau memang kekurangan kebutuhan, baik untuk makanan dan lain sebagainya, kalian (mahasiswa) bisa berkomunikasi dengan kami," ujarnya.