"Sampai saat ini tim dokter masih terus melakukan observasi atas penyakit yang diderita wali kota. Apa saja yang terjadi pada Ibu. Tentunya, setiap hari akan dievaluasi,” katanya.
Pihak RSUD Dr Soetomo pun melakukan proteksi ketat terhadap penanganan wali kota. Salah satunya, membatasi jumlah orang yang menjenguk.
"Tentunya kita mengharapkan pengertian semua pihak. Kita membatasi kunjungan karena (wali kota) sedang dalam perawatan intensif," katanya.
Langkah lainnya yakni membatasi komunikasi wali kota. Pihak RSUD dr Soetomo menginginkan Risma beritirahat. "Jadi sementara kita istirahatkan dulu, kita jauhkan dari (alat) komunikasi, supaya bisa istirahat dengan tenang dulu," katanya.
Diketahui, Selasa (25/6/2019) pagi, Risma dilarikan ke RSUD dr Soewandhie. Sempat beredar kabar bahwa Risma mengalami gangguan paru-paru. Namun, kabar ini dibantah pihak Pemkot Surabaya dan memastikan bahwa Risma hanya kelelahan. Akibat kondisi itu, pihak dokter menyarankan Risma untuk beristirahat.