Tak Tersebar ke Publik, Ini Cerita Mahfud MD soal Kengerian Tragedi Kanjuruhan

Bachtiar Rojab
Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan laporan hasil investigasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi stadion Kanjuruha, Jumat (14/10/2022). (YouTube)

Lalu, kata Mahfud ada juga suporter yang tengah memberi napas buatan namun akhirnya meninggal pula akibat adanya gas air mata. 

"Ada juga yang memberi bantuan pernapasa itu karena satunya sudah tidak bisa bernapas. Yang membantu lalu kena semprot juga lalu mati, itu ada di situ," ucapnya. 

"Nah, kemudian yang mati dan cacat, serta sekarang kritis dipastikan itu terjadi karena desak-desakan setelah ada gas air mata yang disemprotkan, itu penyebabnya," ujarnya. 

Diketahui, Tim Gabungan Independen Pencarian Fakta (TGIPF) Peristiwa Stadion Kanjuruhan mengeluarkan kesimpulan dan rekomendasi terkait hasil investigasi peristiwa di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Hasil laporan, TGIPF menyebut kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang terjadi karena PSSI dan para pemangku kepentingan liga sepakbola Indonesia tidak profesional. Tidak memahami tugas dan peran masing-masing, cenderung mengabaikan berbagai peraturan dan standar yang sudah dibuat sebelumnya. Bahkan saling melempar tanggung jawab pada pihak lain.

"Sikap dan praktik seperti ini merupakan akar masalah yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun dalam penyelenggaraan kompetisi sepak bola kita, sehingga dibutuhkan langkah-langkah perbaikan secara drastis namun terukur untuk membangun peradaban baru dunia sepak bola nasional," tulis laporan tersebut.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
7 hari lalu

Kebakaran Rumah di Banjarnegara, Nenek 70 Tahun Tewas Terjebak Kobaran Api

13 hari lalu

28.000 Anak Ayam Mati Terbakar di Bojonegoro, Kerugian Capai Rp6 miliar

2 bulan lalu

Ledakan Petasan Balon Udara di Blitar, 1 Orang Tewas 2 Anak Luka-Luka

2 bulan lalu

Kronologi Kecelakaan Tewaskan Sopir di Grobogan, Mobil Oleng Masuk Saluran Irigasi

2 bulan lalu

Warga Grobogan Tewas Tersengat Listrik saat Bantu Renovasi Rumah Tetangga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal