Karena itu, bersama kader PDIP lawas dirinya akan membantu memenangkan Machfud Arifin. “Kami beralih ke MA. MA menang WS menang. Saya yakin 100 persen PDIP lari ke pak MA,” katanya.
Komitman sama juga disampaikan senior PDIP Mat Mochtar. Mantan relawan Tri Rismaharini ini memastikan bahwa kader militan PDIP sudah dikuasai Machfud Arifin. “Kalau udah dikuasai saya pastikan menang lah. Ini bantengnya, markasnya,” katannya saat berada di markas lama PDIP, Pandegiling.
Mochtar mengatakan, Posko Pandegiling memiliki sejarah panjang lahirnya PDIP. “Dulu berjuang bersama di Pandegiling ini dimotori Pak Tjip (Soetjipto, ayah WS), disemangati Pak Tjipto pada waktu itu,” katanya.
Namun, perjuangan tersebut menurutnya telah dizolimi. Sebab, WS, putra Soetjipto justri tidak direkomendasi. “Makanya saat ini banteng lama bersatu untuk dukung Pak Machfud karena Pak Whisnu ini dizolimi. Kalau sudah dizolimi harus melawan daripada mati pelan-pelan,” katanya.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDIP Surabaya Anas Karno merespon santai sikap senior PDIP tersebut. Alasannya seluruh mesin partai telah berjalan seiring dengan instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.