Menurut dia, tabloid ini sengaja disebarluaskan untuk kepentingan propaganda. Karena itu, pihak Takmir Masjid NU khawatir akan terjadi kegaduhan di masyarakat lantaran termakan isu dari konten tabloid.
"Masjid adalah tempat ibadah. Tidak semestinya menjadi ajang propaganda semacam ini," ujar dia.
Karena itu, pihaknya meminta kepada aparat kepolisian untuk segera mengusut aktor di balik pembuatan dan pengiriman majalah ini. Masalah ini, kata dia, bisa menganggu suasana kondusif jelang Pemilu 2019.