Surabaya Lumpuh! Ribuan Driver Ojol Demo Tuntut UU Transportasi Online Disahkan

iNews TV
Ribuan driver ojek online (Online) di Kota Surabaya berunjuk rasa mendesak disahkannya Undang-Undang Transportasi Online, Rabu (20/5/2026). (Foto: iNews)

SURABAYA, iNews.id – Ribuan driver ojek online (ojol) dari berbagai daerah di Jawa Timur kembali menggelar aksi unjuk rasa di Kota Surabaya, Rabu (20/5/2026). Massa menuntut ketegasan pemerintah dan pihak legislatif untuk segera menerbitkan payung hukum resmi berupa Undang-Undang Transportasi Online

Aksi pemogokan massal ini sempat melumpuhkan urat nadi lalu lintas di sejumlah jalur protokol menyusul rute long march yang diambil oleh para demonstran. 

Gerakan yang dimotori oleh Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) Jawa Timur ini memulai titik kumpul sejak pagi hari di kawasan Bundaran Waru selaku pintu masuk Kota Surabaya. 

Massa kemudian bergerak melakukan konvoi dan long march sembari membentangkan spanduk kecaman serta melakukan orasi bergantian di sepanjang jalan. Adapun dua titik utama yang menjadi sasaran pengepungan massa hari ini adalah Gedung Negara Grahadi Surabaya dan Kantor DPRD Provinsi Jawa Timur. 

"Aksi hari ini bukan sekadar demo lokal, melainkan menjadi momentum event kebangkitan para ojol nasional yang bergerak serentak di 16 kota seluruh Indonesia," kata Ketua Frontal Jatim selaku Penanggung Jawab Aksi, Tito Ahmad, Rabu (20/5/2026).

Tito Ahmad menjelaskan, aksi ini merupakan kelanjutan dari gelombang unjuk rasa tahun lalu yang dinilai belum membuahkan hasil konkret. Fokus utama mereka adalah menagih janji DPR RI terkait regulasi perlindungan hukum bagi pekerja kemitraan digital. 

Massa mengingatkan bahwa rancangan regulasi tersebut sebenarnya sudah masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) di Komisi V DPR. 

"Kami menuntut agar pemerintah dan legislatif segera mengesahkan Undang-Undang Transportasi Online. Aturannya sudah masuk daftar Prolegnas Komisi V DPR dengan antrean nomor 36, jadi tunggu apa lagi? Jangan ditunda-tunda terus," kata Tito.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Potongan Ojol Dipangkas Jadi 8 Persen, Bos Grab Buka Suara

57 tahun lalu

Ojol Semringah Prabowo Pangkas Potongan Ojol jadi 8%, Minta Aplikator Realisasi

57 tahun lalu

Kronologi Demo Rusuh di Lapas Narkotika Sungguminasa, Massa Rusak Fasilitas hingga Bakar Ban

57 tahun lalu

Terekam CCTV! ART Baru 1 Bulan Gasak Emas dan Uang Dolar Majikan di Surabaya

57 tahun lalu

Geger! Perempuan asal Surabaya Ditemukan Tewas di Bawah Flyover Aloha Sidoarjo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal