Sunan Drajat juga sangat memperhatikan nasib para fakir miskin, yatim piatu dan orang-orang terlantar. Sunan Drajat juga memelopori orang-orang kaya dan para bangsawan untuk mengeluarkan infak, sedekah, dan zakat sesuai dengan tuntunan ajaran agama Islam.
Ajaran Sunan Drajat dikenal dengan nama Catur Piwulang, yaitu:
“paring teken marang kang kalunyon lan wuto”
“paring pangan marang kang keliren”
“paring sandang marang kang kawudan”
“paring payung marang kang kodanan”
artinya:
“Berikan tongkat kepada orang yang berjalan dijalan licin dan buta”
“Berikanlah makan kepada orang yang kelaparan”
“Berikanlah busana kepada orang yang telanjang”
“Berikanlah payung kepada orang yang kehujanan”
Dalam mengajarkan agama Islam, Sunan Drajat menggunakan media kesenian dengan menciptakan tembang Pangkur, sedangkan alat musik yang digunakan berupa gamelan yang bernama Singo Mengkok yang sekarang disimpan di Museum Sunan Drajat.