Kisah Sunan Drajat Diselamatkan Ikan Cucut
Di sana, Sunan Drajat bertemu dengan Mbah Mayang Madu dan Mbah Banjar. Kedua mbah tersebut telah memeluk agama Islam.
Dikutip laman kemdikbud.go.id, Sunan Drajat memiliki tiga istri, yaitu istri pertama Sufiyah, putri Sunan Gunung Jati; Kemuning ketika menetap di Drajat; Renayu Candra Sekar, putri Adipati Kediri; ketika menyebarkan agama Islam di Desa Banjaranyar, Paciran, Lamongan.
Dari Banjaranyar, Sunan Drajat melanjutkan perjaanan ke arah selatan di sebuah perkampungan bernama Desa Jelak. Di desa ini, Sunan Drajat mendirikan musala untuk salat berjamaah dan mengajarkan agama Islam kepada santrinya. Peristiwa ini berlangsung pada tahun 1481 Masehi.
Setahun kemudian beliau membuka daerah baru di sebuah bukit yang masih berupa hutan belantara yang dinamakan Desa Drajat. Dari sinilah gelar Sunan Drajat disematkan.
Sunan Drajat juga mempunyai gelar lain yaitu pada tahun 1484 M Raden Patah dari Demak memberikan gelar Sunan Mayang Madu sekaligus pemberian tanah perdikan. Dalam menyiarkan agama Islam, Sunan Drajat memfokuskan pada pendidikan, dakwah, dan sosial.