Sound Horeg Makan Korban, MUI Jatim Ingatkan Kembali Fatwa yang Telah Dikeluarkan

Hari Tambayong
Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur (MUI Jatim), M. Hasan Ubaidillah. (Foto: Hari Tambayong).

LUMAJANG, iNews.id - Meninggalnya Anik Mutmainah, warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim) saat menyaksikan pertunjukan sound horeg menuai keprihatinan banyak pihak. Kejadian tersebut dinilai menjadi alarm akan dampak negatif penggunaan sound system berdaya berlebih, terutama dalam kegiatan masyarakat di Jatim.

Sound horeg, yang dikenal dengan dentuman keras dan ritme ekstrem, dinilai sebagai salah satu pemicu gangguan lingkungan hingga berisiko pada kesehatan pendengaran. 

Meski penyebab kematian Anik belum sepenuhnya dipastikan terkait langsung dengan sound horeg, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim menegaskan bahwa kehadiran hiburan semacam itu perlu dikaji ulang.

Sekretaris MUI Jatim, M. Hasan Ubaidillah, menyampaikan imbauan agar penggunaan sound system dalam kegiatan masyarakat tidak melampaui ambang batas wajar, yakni maksimal 100 desibel. 

"Ini tidak hanya menjadi keprihatinan MUI tapi juga masyarakat secara umum salah satu dampak negatif dari pertunjukan itu di antaranya memakan korban walaupun secara medis masih perlu dikaji lebih dalam terkait dengan peyebabnya tapi kesimpulan sementara karena adanya bunyi atau suara yang mengganggu kesehatannya," ujar M. Hasan Ubaidillah, Selasa (5/8/2025)

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Ibu Muda di Lumajang Meninggal saat Nonton Sound Horeg!

57 tahun lalu

Khofifah Bentuk Tim Khusus Atur Regulasi Sound Horeg, Libatkan MUI dan Polda Jatim

57 tahun lalu

Viral Saur On The Road Sound Horeg di Jombang Tampilkan Penari Seksi

57 tahun lalu

Viral Sound Horeg di Karnaval Mojokerto dari Siang hingga Pagi, Sejumlah Rumah Rusak

57 tahun lalu

Ramaikan Nyadran, Sound Horeg Senilai Rp75 Juta Tenggelam ke Sungai di Sidoarjo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal