Sosok Qonita Qurratu Aini, Wisudawan Termuda ITS dengan Usia 20 Tahun 

Masdarul KH
Qonita Qurrotu Aini (tiga dari kiri) wisudawan termuda di Wisuda ke-128 ITS bersama tim pengembang aplikasi CariHerb dalam kegiatan Show Case Google for Indonesia.(istimewa).

SURABAYA, iNews.id - Qonita Qurratu Aini dinobatkan menjadi wisudawan termuda pada Wisuda ke-128 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Sabtu (16/9/2023) besok, mahasiwa Departemen Matematika ITS ini akan diwisuda pada usia 20 tahun 4 bulan.

Qonita mengatakan, mulai mengenyam pendidikan di bangku sekolah sejak berusia dua tahun sebagai murid Kelompok Bermain (KB). Kemudian, Qonita melanjutkan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan waktu pendidikan yang sama seperti siswa lainnya. 

“Aku sendiri baru ikut program akselerasi ketika di SMA, jadi hanya dua tahun,” katanya. 

Alumnus Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Malang ini mengungkapkan, berusia lebih muda dari teman-teman satu angkatan tak pernah menjadi penghalang untuk belajar. 

Dia mengaku selalu mendapatkan dukungan dari orang-orang tercinta, termasuk ketika memutuskan lanjut memilih program studi Matematika di ITS. “Sejauh ini tidak ada kesulitan yang berarti, karena lingkungannya yang selalu suportif,” kata putri pasangan Windarto dan Widayati Setyorini tersebut.

Sulung dari dua bersaudara ini mengungkapkan, matematika telah menjadi pelajaran favoritnya sejak di bangku SD dulu. Menariknya, dia juga selalu mendapatkan nilai Ujian Nasional (UN) sempurna di mata pelajaran tersebut. 
:Hingga atas izin Allah saya diterima (masuk ITS) lewat jalur SBMPTN," tutur peraih juara pertama pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ITS cabang 10 Juz tahun 2020 ini.

Pada mulanya Qonita berpikir, keilmuan matematika yang dipelajarinya di bangku kuliah akan mirip dengan apa yang ia pelajari saat sekolah dulu. Ternyata lebih dari itu, peminatan dari jurusan matematika sangat luas dan beragam. 
Qonita memilih berfokus pada penerapan matematika di bidang ilmu komputer yang juga ia terapkan pada penulisan tugas akhirnya.

Lebih lanjut, Qonita juga pernah mengikuti program Bangkit dari Google dengan fokusan machine learning. Melalui program ini, ia dan timnya pun berhasil menciptakan aplikasi CariHerb, aplikasi pendeteksi tanaman herbal yang dijalankan melalui kamera ponsel.

Tak tanggung-tanggung, melalui karyanya ini mereka berhasil memperoleh pendanaan dari Google serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Alasan Hakim Vonis Mati Pembunuh dan Pemutilasi 3 Mahasiswi di Pariaman

57 tahun lalu

Candaan Berujung Maut, Mahasiswa Tewas Ditembak Petani di Sumba Barat Daya NTT

57 tahun lalu

Mahasiswa di Riau Ditangkap usai Bikin Website Bank Palsu, Korban Rugi hingga Rp1 Miliar

57 tahun lalu

Mahasiswa Pendaki Puncak Argopiloso Jatuh ke Jurang, Begini Kondisinya

57 tahun lalu

Demo Mahasiswa di Kantor Gubernur Aceh Ricuh, Sejumlah Korban Dilarikan ke RS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal