Sosok Mbah Abdul Kodir, Santri asal Kediri yang Gigih Bertempur Lawan Belanda

iNews
Mbah Abdul Kodir berbaring di tempat tidur saat dijenguk perwakilan PPAD. (istimewa).

Sementara dia sendiri saat itu hanya membawa bambu runcing. Sebab, saat itu senjata api hanya ada satu dan dipegang bergantian oleh empat prajurit. 

Meski begitu dia tidak patah arang. Bersama pasukan yang lain, dia melakoni pertempuran demi pertempuran di sebagian wilayah Jawa Timur, seperti di Madura dan Gresik. "Ya, pokoknya ditugaskan di mana-mana. Ya siap saja,” katanya.

Bahkan, Mbah Kodir saat itu juga mengaku tidak takut mati. Semangat itu berkobar karena dia tidak ingin negaranya tercinta, Indonesia dijajah lagi. "Kami semua semangat," katanya. 

Mbah Kodir mengatakan, saat itu para pejuang Indonesia hanya bermodalkan semangat tujuan mengusir penjajah. Ternyata, misi itu berhasil. Belanda menyerah dan mengakui kedaulatan Indonesia dan perang pun berakhir. 

Sukses itu pula yang membuat Kodir bangga. Sebab, dia telah ikut berkorban mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 
"Saya pejuang rakyat dari KODM AD (komando onder distrik militer, semacam Kodam saat ini). Waktu di kesatuan, saya diberi pangkat letnan satu di Kawedanan Srengat," katanya.

Setelah perang berakhir, Kodir kembali ke kampung dan melakoni profesi sebagai petani. Dia menggarap tanah warisan kakeknya seluas tiga bahu (setara 7.400 meter per segi). 

Aktivitas itu dijalani Mbah Kodir hingga fisiknya tak lagi prima. Kini sudah hampir dua tahun Mbah Kodir terbaring di tempat tidur, karena salah satu kakinya tidak bisa digerakkan akibat terpeleset di kamar mandi. 

Meski begitu, jiwa nasionalismenya tak pernah mati. Bagi dia, membela tanah air wajib hukumnya. Prinsip itulah yang diharapkan tertanam pada generasi muda sebagai penerus bangsa.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dikunjungi Dubes Boroujerdi, Jokowi Sampaikan Simpati ke Rakyat Iran

57 tahun lalu

Dubes Belanda Temui Jokowi di Solo, Bahas Apa?

57 tahun lalu

Kaleidoskop 2025: 10 Bencana Alam Paling Mematikan di Indonesia, Renggut Ribuan Jiwa

57 tahun lalu

Aceh Surati 2 Lembaga PBB, Minta Ikut Terlibat Pemulihan Pascabencana Banjir-Longsor

57 tahun lalu

Gelar Sholawat Kebangsaan, Menag: Indonesia Kuat karena Kerukunan Umat Terjaga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal