"Tidak tertutup, pintu kecil sekali, kapasitas untuk 2 orang saja. Pintu yang tertutup itu yang besar. Ini dua orang dan terjadi kepanikan serta keluar langsung ratusan orang berbondong-bondong dan menyebabkan banyaknya jatuh korban di titik-titik korban," katanya.
Menurutnya, Polri sempat memintai keterangan saksi mata yang mengunggah kondisi di pintu Stadion Kanjuruhan pascalaga yang viral di media sosial. Diketahui sang pengunggah video merupakanpetugas kebersihan atau cleaning service di Stasiun Malang Kota Baru.
"Ya salah satunya itu dari pihak masyarakat yang dimintai keterangan," ujar jenderal bintang dua tersebut.
Fakta ini sekaligus menjadi bantahan temuan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) didasari oleh keterangan para saksi mata yang ditemui Kompolnas.
"Isu berkembang saya konfirmasi kepada Kapolres tidak ada perintah untuk menutup pintu sehingga harapannya 15 menit dibuka. Tapi tidak tahu kenapa ditutup," kata Komisioner Kompolnas Albertus Wahyurudhanto.
Pihaknya baru menerima informasi adanya pintu stadion yang tertutup saat melakukan pendalaman dan informasi dari sejumlah pihak. Tetapi belum ada keterangan resmi siapa yang mengunci pintu tersebut sehingga membuat banyak penonton berdesakan dan meninggal karena terinjak-injak.
"Belum ada informasi resmi siapa yang mengunci. Ada (informasi pintu terkunci), tapi kurang tahu pasti jumlahnya, (dari total) 12 dan dua pintu besar, yang terkunci menjadi penumpukan di situ," ucapnya.