Situs Kumitir, Menyingkap Tabir Kedaton Bhre Wengker dan Istana Utama Kerajaan Majapahit

Tritus Julan
Ekskavasi Situs Kumitir di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. (Foto: SINDOnews/Tritus Julan)

Ditambah lagi serat yang ada di Pararaton yang menyebutkan dalam peristiwa Paregrek adanya perang istana barat dan timur. Perang tersebut terjadi pasca-Hayam Wuruk berkuasa. Perang ini melibatkan Wikramawardhana dan Bhre Wirabhumi. Wikramawardhana merupakan putra Hayam Wuruk buah pernikahan dengan Prameswari anak dari Bhre Wengker.

Sementara Bhre Wirabhumi merupakan anak dari selir. Wirabhumi diangkat anak oleh Bhre Daha dan dibesarkan di istana timur Majapahit. Wirabhumi menikah dengan cucu ibu angkatnya, Nagarawardhani dan menjadi Bhre Lasem. Namun karena kekuasaan, akhirnya kedua bersaudara itu saling berhadap-hadapan.

"Kalau itu bukan istana timur, lantas di mana istana timur? Jadi kami berhipotesis dengan kemudian menggali mengekskavasi apakah hipotesis itu benar atau salah. Toh dinding keliling 316x203 meter persegi juga awalnya hipotesis yang kemudian memunculkan kebenarannya," tutur Wicak.

Wicaksono menuturkan, pembangunan istana barat dan timur Majapahit diperkirakan terjadi pada masa pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi sekitar tahun 1328-1350 masehi. Pembangunan istana itu guna mencegah perebutan kekuasaan antara Tribhuwana dengan Dyah Wiyat, pascawafatnya Jayanegara atau Kalagemet, raja kedua Majapahit yang memerintah pada tahun 1309-1328 Masehi.

"Saat ekskavasi kami juga menemukan bolder-bolder serta banyak sekali pecahan genting, keramik, gundu, dan benda-benda lain. Kemudian terbaca semua sumur, sumur bundar, sumur jobong, dan pagar serta gerbang di sisi barat. Kalau itu bangunan candi secara otomatis terbantahkan, sehingga kami meyakini itu merupakan bangunan puri yang beratapkan genting," tutur Wicak.

Saat ini proses ekskavasi Situs Kumitir sudah dilakukan sebanyak empat tahap dan terakhir di dilakukan pada 28 September 2021 lalu. Ke depan proses ekskavasi di situs Kumitir masih akan dilanjutkan di tahun 2022 mendatang meskipun hingga kini masih menyisakan persoalan. Persoalan ini lantaran tanah yang diekskavasi seluas 6 hektare itu masih merupakan milik penduduk.

"Tahun depan rencananya ada satu kegiatan ekskavasi lagi, kemungkinan di bulan Agustus 2022. Saat ini rancangan sudah disiapkan pascaekskavasi tahap kemarin," kata Wicak.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemotor Asal Mojokerto Tewas di Pinggir Jalan Kulonprogo, Diduga Korban Kecelakaan

57 tahun lalu

Pria di Mojokerto Tega Aniaya Mertua dan Istri, 1 Tewas dan 1 Kritis

57 tahun lalu

Alvi Maulana Pemutilasi Pacar Divonis Penjara Seumur Hidup, Kuasa Hukum Ajukan Banding

57 tahun lalu

Alvi Maulana Pemutilasi Pacar Jadi 500 Bagian Divonis Penjara Seumur Hidup

57 tahun lalu

Viral Emak-Emak Pengemudi Mobil dan Pemotor Cekcok di Mojokerto, Berujung ke Ranah Hukum

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal